Manado – Citawaya.id | Johan Lintong Pemerhati Pembangunan Sulut, angkat suara menanggapi maraknya pemberitaan di sejumlah media yang dinilai hanya berisi opini dan menyerang nama baik orang lain tanpa dasar yang jelas. Ia menilai praktik ini sebagai bentuk kemunduran etika jurnalistik.
“Lucu sekaligus ironis ketika ada berita yang membangun narasi ‘jika benar’ seolah-olah itu fakta. Padahal, itu murni opini yang bisa merusak reputasi seseorang,” tegas lintong.
Lintong menilai, pola semacam ini sengaja dimainkan untuk kepentingan tertentu. Terlebih lagi ketika yang diserang adalah sosok yang tengah memegang posisi strategis dalam partai politik, seperti Sekretaris Gerindra Sulawesi Utara, Harvan.
“Apakah sekarang nama baik seseorang bisa seenaknya dinodai hanya dengan opini? Janganlah karena kepentingan pribadi yang tidak terpenuhi lalu membangun framing negatif tanpa bukti. Itu tidak sehat,” ujar Lintong menambahkan.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Gerindra Sulut Harvan juga membantah tudingan-tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan, pemberitaan yang menyudutkan dirinya adalah hoax dan cenderung mendiskreditkan.
“Saya tegaskan, itu tidak benar. Berita-berita seperti itu hanya ingin menjatuhkan citra saya. Saya percaya publik bisa menilai mana informasi yang benar dan mana yang hanya fitnah,” kata Harvan singkat.
Aktivis senior Johan Lintong pun mendesak agar media kembali pada marwahnya, yakni menyajikan informasi yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Opini boleh, tapi bukan untuk menjatuhkan orang. Media jangan dipakai untuk kepentingan kelompok tertentu,” tutupnya.
Maya.







Comment