by

DPD PJS Sulut Gelar Rakor Strategis Jelang Munas dan UKW 2025

Manado, citawaya.id — Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (DPD PJS) Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi penting dalam rangka mempersiapkan agenda strategis tahun 2025, khususnya menjelang Musyawarah Nasional (Munas) dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD PJS Sulut, Jalan TNI, Tikala-Manado, pada Kamis (3/7/2025), dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Butje Lengkong.

Oplus_2

Rapat dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ivan Maliki, sebagai bentuk refleksi dan penguatan spiritual sebelum masuk ke agenda utama. Dalam pemaparannya, Butje Lengkong menegaskan bahwa partisipasi seluruh anggota PJS Sulut dalam Munas yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah, pada 13 Juli 2025 mendatang adalah sebuah keharusan. “Ini bukan sekadar forum organisasi, tapi momentum strategis untuk menunjukkan kekuatan dan soliditas PJS secara nasional,” ujarnya.

oplus_2

Agenda penting lainnya yang dibahas adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sekretaris DPD PJS Sulut, Steven Pandeirot, menyoroti urgensi penguatan legalitas dan peningkatan kualitas SDM jurnalis melalui UKW. Ia menekankan bahwa kelengkapan dokumen dan syarat administratif menjadi kunci untuk mendapatkan pengakuan dari Dewan Pers. “UKW ini bukan hanya syarat legalitas, tapi juga benteng untuk melawan wartawan bodong yang merusak profesi,” tegas Steven.

Oplus_2

Meski pembahasan sempat berlangsung hangat, khususnya terkait identitas media anggota yang tergabung dalam PJS, forum tetap berlangsung kondusif. Perbedaan pandangan dijawab dengan semangat kebersamaan, dan rapat berakhir dengan kesepakatan yang memperkuat arah organisasi ke depan.

Dalam kesempatan itu, Steven juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia mengajak seluruh anggota PJS untuk terus meningkatkan profesionalisme agar mampu berkontribusi positif bagi publik. “Menjadi jurnalis tidak cukup hanya punya media, tapi harus teruji kompetensinya. Di situlah nilai profesionalisme kita,” imbuhnya.

Tantangan keterbatasan anggaran juga mengemuka dalam rapat. Beberapa anggota mengungkapkan kekhawatiran atas keterbatasan dana untuk mendukung keikutsertaan dalam Munas dan pelaksanaan UKW. Namun, Ketua Butje Lengkong memotivasi seluruh anggota untuk tetap optimis. “Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menyerah. Ini justru kesempatan kita untuk menunjukkan kreativitas dan efisiensi,” katanya menyemangati.

Selain agenda utama, rapat juga membahas rencana kerja sama antar media yang berada di bawah naungan PJS. Salah satu topik menarik adalah wacana diferensiasi harga layanan publikasi bagi media yang sudah tersertifikasi dan yang belum. Diharapkan langkah ini dapat menciptakan ekosistem yang sehat dan mendorong anggota untuk terus meningkatkan kapasitas medianya.

Rakor ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mensukseskan Munas dan UKW 2025, serta memperkuat soliditas internal organisasi. PJS Sulut menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam membangun jurnalisme yang profesional, kredibel, dan berintegritas tinggi demi kemajuan pers di Indonesia.(FORA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *