by

Menjelang Pengucapan Syukur Harga Bahan Pokok Naik Drastis, Pemerintah Terlihat Diam

-SULUT-389 Views

SULUT – citawaya.id Pengucapan syukur merupakan tradisi tahunan masyarakat Minahasa sebagai wujud rasa terima kasih atas berkat yang diterima. Namun, tahun ini, banyak keluarga terancam tidak dapat merayakannya akibat tingginya harga bahan pokok di pasar.

Kenaikan harga bahan pokok tersebut sangat dirasakan masyarakat yang akan merayakan pengucapan syukur dan bahkan saat ini para pelaku usaha merasakan dampak dari kenaikan tersebut. Sehingga keadaan tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat bahwa pemerintah mengambaikan kondisi tersebut.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga komoditas seperti beras, minyak goreng, Daging, Cabe, Tomat, Bawang, dan sayur-sayuran mengalami kenaikan hingga 20-30% dalam sepekan terakhir. Pedagang mengeluhkan pasokan yang tidak stabil, sementara daya beli masyarakat semakin menurun.  

Kenaikan tersebut memicu keluhan dari warga, dengan banyak yang mengaku terpaksa tidak akan merayakan tradisi tahunan tersebut akibat keterbatasan ekonomi.

“Biasanya kami bisa menyiapkan makanan untuk keluarga besar saat pengucapan syukur, tapi tahun ini sangat berat. Harga semuanya naik,” ujar Liske, seorang ibu rumah tangga di Minsel . 

Terlihat juga di pasar pinasungkulan Karombasan harga beras, cabai dan tomat naik sehingga membuat para pelaku usaha rumah makang merasakan dampak kenaikan tersebut.

Salah satu pemilik rumah makan ibu Angie mengatakan bahwa ” Torang mo beli bahan so mahal sekarang sedangkan Torang ba jual makanan nimbole mo Kase nae jadi sebenarnya sudah tidak sesuai lagi,” curhat ibu angie

Sementara itu, pemerintah daerah belum terlihat mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga. Dan bahkan ketika diminta keterangan oleh media mereka enggan merespon. Beberapa warga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai lamban merespons gejolak pasar saat ini.(*/CM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *