MANADO, Citawaya.id — Bau busuk praktik mafia solar kembali menyeruak, kali ini menyorot dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Ratusan sopir dump truck yang tergabung dalam Aliansi Sopir Dump Truck Sulawesi Utara (AS-DT Sulut) mengamuk dengan menggelar demonstrasi besar di depan Kantor DPRD Sulut, Senin (29/9/2025).
Dalam orasinya, para sopir secara lantang menuding adanya aparat yang membekingi bisnis gelap solar bersubsidi. Mereka menegaskan bahwa permainan kotor ini bukan sekadar merugikan negara, tetapi juga menghantam penghidupan rakyat kecil.
“Kami tidak akan diam sampai mafia solar benar-benar diberantas. Hentikan permainan kotor yang membuat sopir jadi korban dan menguntungkan segelintir orang berkuasa,” teriak salah seorang demonstran penuh emosi.

Bitung disebut-sebut sebagai episentrum peredaran solar ilegal. Kabar keterlibatan oknum kepolisian di kota pelabuhan itu bukanlah cerita baru—beberapa kali media daring bahkan menyoroti dugaan adanya beking kuat dari aparat.
Ironisnya, ketika dimintai klarifikasi, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai justru memilih bungkam. Pesan konfirmasi wartawan yang dikirimkan Selasa (30/9/2025) lewat WA dibiarkan tanpa jawaban. Hingga berita ini diturunkan, Kapolres tetap menutup rapat mulutnya, seolah menguatkan kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. (*/REDAKSI)








Comment