Manado, citawaya.id – Sejumlah pengunjung rumah sakit mengeluhkan kondisi tempat jalan kaki di lingkungan rumah sakit yang sangat licin dan membahayakan. Keluhan ini mencuat setelah beberapa pengunjung mengalami insiden terpeleset saat memasuki pintu depan RS Bhayangkara tersebut pada Senin 30/06/25 .

Mereka pun mendesak pihak rumah sakit, dalam hal ini kepala rumah sakit, untuk segera mengambil tindakan tegas dengan melakukan penataan ulang demi keselamatan bersama.
Kondisi jalan kaki yang licin telah terjadi cukup lama dan belum mendapatkan perhatian serius dari pihak pengelola rumah sakit. Beberapa pengunjung menyebut bahwa mereka hampir jatuh bahkan ada yang mengalami luka ringan akibat tergelincir. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan pasien yang berjalan dengan pendamping.
Salah seorang pengunjung, ibu Nani (44) mengatakan bahwa dirinya hampir jatuh dua kali saat mengantar orang tuanya yang sedang berobat. “Ini sangat berbahaya, apalagi saat melewati Lantainya licin sekali, saya harap pihak rumah sakit bisa memperbaiki jalur ini secepatnya,” keluhnya saat ditemui di lokasi.
Kondisi licin ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kurangnya perawatan rutin, cuaca hujan yang membuat permukaan semakin licin, serta desain lantai yang dinilai tidak sesuai dengan standar keamanan pejalan kaki. Akibatnya, permukaan jalan tidak memiliki daya cengkeram yang cukup, sehingga mudah membuat orang terpeleset.
Para pengunjung berharap agar rumah sakit dapat segera melakukan pembersihan rutin, mengganti material permukaan dengan bahan anti-licin, serta mempertimbangkan desain ulang jalur pejalan kaki agar sesuai dengan standar keselamatan. Menurut mereka, penanganan segera akan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Menanggapi keluhan tersebut, beberapa staf rumah sakit yang ditemui di lokasi mengakui adanya masalah tersebut dan menyatakan bahwa laporan sudah beberapa kali disampaikan ke bagian pemeliharaan. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata yang terlihat di lapangan.
Pengunjung pun mendesak kepala rumah sakit untuk turun langsung meninjau lokasi dan mendengar keluhan masyarakat secara langsung. “Kami bukan sekadar mengeluh, tapi ini soal keselamatan. Jangan tunggu ada korban yang serius baru bertindak,” ujar Bapak Yusuf, salah satu pengantar pasien.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung rumah sakit setiap harinya, perbaikan fasilitas seperti jalur pejalan kaki menjadi krusial. Diharapkan pihak manajemen segera merespons keluhan ini demi menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman dan nyaman bagi semua pihak.(FORA)











Comment