Manado citawaya.id Kehadiran kendaraan roda tiga Bajai yang mulai beroperasi di Kota Manado memicu polemik di tengah masyarakat. Meskipun hingga saat ini belum mengantongi izin resmi untuk beroperasi, menurut Kepala Cabang Maxride (penyedia layanan Bajai), Asrun menjelaskan lewat via tlpn sudah ada 10 unit Bajai yang beroperasi di lapangan


Aktivitas Yuni srikandy angkat bicara transportasi lokal menolak keras terhadap kehadiran Bajai. Mereka menilai, kehadiran kendaraan ini justru merusak citra Manado sebagai kota pariwisata.

Manado ini kota wisata, bukan kota Bajai. Hadirnya Bajai malah bikin kota tambah macet, bukan solusi!” ujar salah satu warga di kawasan Tikala.
Selain dianggap merusak estetika kota, Bajai juga dinilai memperparah kemacetan dan mengancam penghasilan sopir mikrolet dan transportasi online yang telah lebih dulu beroperasi dan berkontribusi pada sistem transportasi lokal.
โLadang usaha sopir online dan mikrolet bisa hancur! Pokoknya ini bukan ide keren, ini keputusan blunder!โ tegas Aktivis Yuni srikandy
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Manado terkait legalitas dan dasar pengadaan Bajai ini. Namun, desakan dari berbagai pihak agar dilakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut semakin menguat.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menertibkan operasional Bajai dan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan estetika kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ungglan di Manado (FORA)












Comment