Manado, citawaya.id — Kerusakan rumput di Lapangan Tikala kembali memicu keluhan masyarakat. Ruang terbuka hijau yang selama ini menjadi pusat olahraga dan rekreasi warga Kota Manado kini mengalami kerusakan parah, khususnya pada bagian rumput yang mengering dan mati akibat dijadikan tempat parkir kendaraan roda empat.

Pantauan citawaya.id di lokasi, Rabu (30/07/25), sejumlah kendaraan masih terlihat diparkir di atas lapangan, bahkan beberapa di antaranya adalah kendaraan dinas berplat merah. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang merasa kecewa karena fasilitas publik justru dirusak oleh oknum yang seharusnya memberi contoh baik.

“Seharusnya mobil plat merah bisa menjadi teladan, bukan ikut-ikutan parkir di dalam lapangan. Ini menunjukkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab terhadap fasilitas umum,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat menilai bahwa kerusakan ini bukan hanya karena pengguna yang tidak bertanggung jawab, tetapi juga akibat lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Mereka mendesak agar Bagian Umum Pemerintah Kota Manado mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini.
Menurut warga, seharusnya ada sistem pengawasan ketat di area lapangan. Mulai dari penjagaan hingga pemasangan pagar atau rambu larangan parkir agar kendaraan tidak masuk dan merusak rumput yang telah ditanami.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, kerusakan ini akan terus terulang. Padahal lapangan ini bukan hanya tempat olahraga, tapi juga menjadi paru-paru kota,” sambung warga tersebut.
Warga berharap Kabag Umum segera turun tangan dan tidak membiarkan fasilitas publik ini rusak tanpa tindakan nyata. Terlebih saat ini lapangan sedang dalam tahap pemulihan dengan proses penanaman ulang rumput.
Lapangan Tikala yang semestinya menjadi kebanggaan masyarakat Manado kini justru terancam kehilangan fungsinya jika tidak dijaga bersama. Masyarakat pun mengingatkan semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan ruang publik.(FORA)













Comment