by

Desa Pinamorongan Jadi Pelopor Teh Serai Herbal, Wakil Bupati Minsel Apresiasi Program Pemberdayaan Akademisi Unsrat

Minahasa Selatan, citawaya.id – Desa Pinamorongan, Kecamatan Tareran, mulai menorehkan langkah baru dalam memanfaatkan potensi lokalnya. Melalui program pengabdian masyarakat dari Tim Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, masyarakat setempat kini didorong untuk mengolah serai (Cymbopogon citratus) menjadi produk teh celup herbal yang higienis, bernilai ekonomi, dan memiliki daya saing pasar.

Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP, yang hadir sekaligus menutup rangkaian pelatihan dan pendampingan di Desa Pinamorongan, Minggu (tanggal kegiatan).

Selama ini, serai yang melimpah di desa hanya dimanfaatkan sebatas kebutuhan rumah tangga. Padahal, tanaman ini memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan bernilai tambah tinggi. Melihat peluang itu, Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Unsrat yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menggandeng Kelompok Tani Watuleley untuk mengembangkan inovasi berbasis produk herbal.

Melalui program ini, para petani dilatih untuk:

Menerapkan teknik budidaya organik serai.

Mengolah daun serai menjadi serbuk kering siap seduh.

Mengemasnya menjadi teh celup praktis dan menarik.

Mempromosikan produk sebagai oleh-oleh khas serta atraksi ekowisata.

Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga bertujuan menjadikan Pinamorongan sebagai desa ekowisata herbal pertama di Sulawesi Utara. Wisatawan tidak hanya akan disuguhi panorama alam, tetapi juga pengalaman belajar mengolah produk herbal hingga menikmati teh serai khas desa.

Wakil Bupati Minsel dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan kelompok tani. “Program ini adalah langkah nyata memberdayakan masyarakat desa. Potensi lokal harus diolah menjadi produk bernilai tambah agar desa bisa maju dan mandiri,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Penggerak PKK Minahasa Selatan sekaligus anggota tim pelatihan, Dr. Rine Kaunang, SP., MBA; Ketua Tim Pelaksana, Dr. Herry F. Pinatik, STP., M.Si; Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. Sonny Maleke; Camat Tareran, Hizkia Kondoj, S.Sos; Hukum Tua Pinamorongan, Robby Runtuwarouw, S.Pd; serta Ketua Kelompok Tani Watuleley, Victor Palealu.

Dengan semangat kebersamaan, Desa Pinamorongan diyakini dapat menjadi model desa berbasis agro ekowisata berkelanjutan yang mampu menginspirasi wilayah lain, tidak hanya di Sulawesi Utara tetapi juga di tingkat nasional. (*/RED)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *