by

Krisis Listrik Memburuk, Aktivis Minta GM PLN Suluttenggo Dicopot 

-SULUT-450 Views

MANADO, citawaya.id – Aktivis 98 Jim Robert Tindi (JRT) mendesak pencopotan General Manager PLN Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) menyusul semakin parahnya krisis listrik di wilayah tersebut. Ia menilai, PLN gagal memberikan pelayanan dan tidak menunjukkan upaya serius dalam menyelesaikan persoalan pemadaman yang terus berulang.

Kepada media Jim Tindi menyampaikan permasalahan yang terjadi saat ini di Sulut terkait listrik yang memburuk, kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud yang hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak PLN. Di Kota Manado sendiri, pemadaman listrik sepihak tanpa pemberitahuan masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.

“Di Sumompo sejak kemarin siang sampai saat ini masih padam. Rakyat jelas dirugikan. PLN tidak menunjukkan keseriusan menyelesaikan persoalan ini,” tegas Jimmi Tindi, Jumat (19/9/2025).

Ia juga menyinggung laporan resmi yang telah disampaikannya melalui aplikasi PLN Mobile dengan nomor:

1. G5125091895623

2. G5125091915255

Namun, hingga saat ini laporan tersebut tidak ditindaklanjuti.

“Semua laporan itu tidak ada gunanya. Tak ada respon, tak ada perbaikan. Ini bukti PLN tidak bekerja maksimal,” kata Tindi.

Sebagai aktivis yang dikenal dekat dengan Komisaris PLN, Andi Arief, karena sama-sama pernah terlibat dalam gerakan 1998, Tindi mengaku kecewa. Ia menegaskan akan menyampaikan langsung persoalan ini kepada komisaris PLN bila tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat.

“Jika tidak diperhatikan, saya akan langsung bicara dengan komisaris untuk segera menindaklanjuti masalah ini,” tegasnya.

Permasalahan akibat pemadaman listrik yang terjadi membuat segala aktifitas masyarakat terganggu, begitu juga alat-alat elektronik yang ada berakibat terjadi kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Suluttenggo belum memberikan tanggapan terkait desakan aktivis tersebut. Dan media sendiri memberikan ruang jawab kepada pihak PLN terkait pemberitaan ini. (RED)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *