by

Dr. Harley Mangindaan Luncurkan Kreasi Anggur Perjamuan Kudus dari Komoditi Unggulan Sulut

-Berita, SULUT-139 Views

TOMOHON, Citawaya.id – Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) bersama peneliti Dr. Harley Mangindaan, S.E.,MSM memperkenalkan hasil riset inovatif bertajuk “Kreasi Anggur Perjamuan Kudus Berbasis Komoditi Unggulan Sulawesi Utara” dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Tomohon, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri Rektor UKIT Sandra Korua dan Wakil Rektor III UKIT Ir. Frangky Tulungen , perwakilan Sinode GMIM, akademisi, serta pelaku industri ini menandai langkah baru dalam pengembangan produk liturgi berbasis potensi alam lokal.

Penatua Dr. Harley Mangindaan menjelaskan, riset ini bertujuan menghasilkan prototipe anggur perjamuan kudus non-alkohol berbahan buah unggulan daerah seperti nanas, pala, dan buah naga.

“Komoditi unggulan bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkhasiat dan bisa menjadi media sakramen yang sesuai konteks lokal,” ujar Penatua PKB Jemaat GMIM Bukit Moria Tikala Baru tersebut.

Dalam acara peluncuran, botol hasil fermentasi berbasis buah lokal secara simbolis dibuka bersama perwakilan sinode dan pimpinan universitas. Para peserta kemudian mencicipi dua varian – fermentasi rendah alkohol dan non-alkohol – sebagai bentuk uji awal kualitas.

Rektor UKIT menilai produk tersebut sudah memenuhi kriteria alami, namun perlu uji laboratorium lanjutan sesuai standar SNI dan izin BPOM. Sementara Pdt. Micael Lendo menekankan pentingnya makna teologis dalam rasa dan warna produk, dan Pdt. Posumah mendorong kerja sama distribusi dengan sinode GMIM.

Praktisi industri Jimmy Kubertu pengusaha produk Wangae menambahkan bahwa fermentasi buah lokal mampu menghasilkan cita rasa khas tanpa pewarna buatan, sedangkan Jein (Farmasi UKIT) menyoroti perlunya standar kematangan buah dan komposisi bahan yang konsisten.

Riset yang digagas Dr. Harley Mangindaan ini menjadi langkah inovatif dalam mengintegrasikan iman, ilmu pengetahuan, dan potensi ekonomi daerah.

Dengan memanfaatkan buah unggulan Sulawesi Utara seperti nanas, pala, dan buah naga, produk ini diharapkan menjadi ikon baru liturgi gereja sekaligus membuka peluang pemberdayaan jemaat melalui usaha berbasis komoditi lokal.

“Inovasi ini bukan hanya tentang minuman, tetapi tentang makna spiritual dan pemberdayaan jemaat,” tegas Dr. Harley Mangindaan.

FGD menyimpulkan bahwa riset ini layak dikembangkan menuju tahap produksi massal dan paten. Produk ini diharapkan menjadi ikon baru Sulawesi Utara, yang menggabungkan iman, sains, dan potensi ekonomi lokal. (Chres)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *