by

Orang Tua Siswa SMA Negeri 1 Kumelembuai Pertanyakan Transparansi Aliran Dana Komite yang Diduga Disembunyikan 

Minahasa Selatan, citawaya.id – Sejumlah orang tua siswa SMA Negeri 1 Kumelembuai menyampaikan keberatan dan mendesak pihak sekolah untuk memberikan penjelasan terbuka terkait pengelolaan dana komite. Mereka menyoroti kurangnya transparansi dalam laporan penggunaan dana yang telah dikumpulkan sejak awal tahun ajaran 2023/2025.

Keluhan ini mencuat setelah para wali murid merasa tidak pernah menerima laporan resmi mengenai alokasi dana komite, meskipun iuran telah dibayarkan selama dua semester berturut-turut.

 “Kami ingin tahu uang komite itu dipakai untuk apa saja. Sudah dua semester ini kami bayar, tapi tidak ada laporan resmi yang kami terima,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Dana komite sekolah, yang umumnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengembangan fasilitas yang tidak tercakup dalam dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), semestinya dikelola secara transparan dan dilaporkan secara berkala kepada orang tua.

Namun, para wali murid menilai bahwa pengelolaan dana di SMA Negeri 1 Kumelembuai kurang terbuka dan tidak melibatkan mereka secara aktif dalam proses perencanaan maupun evaluasi.

Para orang tua berharap pihak sekolah, terutama kepala sekolah dan komite, segera menggelar pertemuan terbuka guna memaparkan rincian penggunaan dana dan rencana penggunaannya ke depan.

Desakan ini juga selaras dengan amanat Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang menyebutkan bahwa setiap pengelolaan dana oleh komite wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi orang tua.

Pihak sekolah sendiri ketika di konfirmasi melalui Kepala Sekolah Meylan Rondonuwu, S.Pd, MAP membantah informasi tersebut dan menanyakan siapa orang tua tersebut yang melaporkan, dan meminta supaya media untuk memberitakan pencapaian-pencapaian yang baik sekolah saat ini bukan berita seperti ini, ujar Kepsek saat di hubungi lewat WA.

Para orang tua berharap keterbukaan ini dapat menjadi langkah awal membangun kembali kepercayaan serta menciptakan sistem pengelolaan keuangan sekolah yang lebih transparan dan partisipatif. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *