SULUT – citawaya.id Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sulut Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (22/3). Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang dinilai kontroversial.

Para mahasiswa mendesak anggota DPRD Sulut untuk ikut menolak pengesahan RUU tersebut. Namun, aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh setelah terjadi bentrokan antara pendemo dan aparat kepolisian. Sejumlah fasilitas di Kantor DPRD Sulut mengalami kerusakan akibat aksi anarkis sebagian demonstran.

Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Wiliam Silangen, menyesalkan tindakan perusakan tersebut. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara yang baik dan bermartabat, mencerminkan etika serta semangat reformasi yang menjunjung tinggi kepentingan masyarakat tanpa kekerasan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban maupun langkah hukum yang akan diambil pasca-kericuhan ini. (Chres)













Comment