Manado citawaya.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Manado, Dolvie Singal, menegaskan komitmennya untuk menghindari segala bentuk pungutan liar (pungli) dalam kegiatan sekolah. Penegasan ini disampaikan langsung kepada para orang tua siswa dan selaras dengan surat edaran Pemerintah Kota Manado mengenai larangan pungli di lingkungan pendidikan.
Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas penyelenggaraan acara penamatan siswa yang akan digelar di Hotel Peninsula Manado, sebuah hotel berbintang lima di kota tersebut.
Singal menyatakan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif dan hasil kesepakatan dari para orang tua atau wali murid, bukan dari pihak sekolah maupun Komite Sekolah.
“Kami sebagai sekolah konsisten menolak pungli dan tidak pernah merancang acara di luar sekolah dengan pembiayaan besar seperti ini,” ujar Singal.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado terkait kebijakan ini dan menegaskan posisi sekolah yang tidak terlibat dalam perencanaan maupun pembiayaan acara.
Kepala SMPN 5 Manado Tegaskan Komitmen Tolak Pungli, Klarifikasi Soal Acara Penamatan di Hotel Bintang LimaManado, citawaya.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Manado, Dolvie Singal, menegaskan komitmennya untuk menghindari segala bentuk pungutan liar (pungli) dalam kegiatan sekolah.
Penegasan ini disampaikan langsung kepada para orang tua siswa dan selaras dengan surat edaran Pemerintah Kota Manado mengenai larangan pungli di lingkungan pendidikan.
Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas penyelenggaraan acara penamatan siswa yang akan digelar di Hotel Peninsula Manado, sebuah hotel berbintang lima di kota tersebut.
Singal menyatakan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif dan hasil kesepakatan dari para orang tua atau wali murid, bukan dari pihak sekolah maupun Komite Sekolah.”
Kami sebagai sekolah konsisten menolak pungli dan tidak pernah merancang acara di luar sekolah dengan pembiayaan besar seperti ini,” ujar Singal.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado terkait kebijakan ini dan menegaskan posisi sekolah yang tidak terlibat dalam perencanaan maupun pembiayaan acara.Singal mengaku terkejut mengetahui adanya dorongan kuat dari sebagian orang tua murid untuk menggelar acara di hotel mewah tersebut.
Meski demikian, ia memahami bahwa niat dari para orang tua adalah bentuk ungkapan syukur atas kelulusan anak-anak mereka.Menanggapi adanya komentar miring yang menyebut dirinya sebagai “orang kampung”, Singal memilih tidak membantah. Ia justru memilih untuk fokus pada esensi dari acara penamatan tersebut.
“Yang penting, sebagai Kepala Sekolah, saya melihat ini sebagai wujud rasa syukur orang tua. Namun, sekolah tidak terlibat dalam perencanaan ataupun pembiayaannya,” tegasnya
.Lebih lanjut, Singal menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap usaha orang tua yang telah bekerja keras untuk anak-anak mereka.
Ia menambahkan bahwa akan sangat mengecewakan jika dirinya tidak hadir dalam momen penting tersebut.Acara penamatan tersebut diikuti oleh 220 siswa dari total 221 siswa yang lulus tahun ini.
Satu siswa diketahui telah meninggal dunia. Singal memuji semangat dan prestasi anak-anak didiknya namun tetap mengingatkan bahwa kelulusan SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan mereka.”
Mereka masih akan melanjutkan ke jenjang SMA. Saya yakin mereka memiliki harapan besar untuk masa depan.
Kunci keberhasilan adalah tetap berdoa, baik yang Nasrani maupun Muslim, karena karakter mereka sudah dibentuk di sini,” pesan Singal.Sementara itu, perwakilan panitia dari orang tua murid menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur dan tidak ada unsur paksaan dalam pembiayaannya.
“Bagi orang tua yang kesulitan finansial, biaya akan ditanggung bersama oleh panitia. Ini murni sukarela dan penuh semangat kebersamaan,” ujar perwakilan tersebut
.Singal mengaku terkejut mengetahui adanya dorongan kuat dari sebagian orang tua murid untuk menggelar acara di hotel mewah tersebut. Meski demikian, ia memahami bahwa niat dari para orang tua adalah bentuk ungkapan syukur atas kelulusan anak-anak mereka.
Menanggapi adanya komentar miring yang menyebut dirinya sebagai “orang kampung”, Singal memilih tidak membantah.
Ia justru memilih untuk fokus pada esensi dari acara penamatan tersebut. “Yang penting, sebagai Kepala Sekolah, saya melihat ini sebagai wujud rasa syukur orang tua.
Namun, sekolah tidak terlibat dalam perencanaan ataupun pembiayaannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Singal menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap usaha orang tua yang telah bekerja keras untuk anak-anak mereka. Ia menambahkan bahwa akan sangat mengecewakan jika dirinya tidak hadir dalam momen penting tersebut.
Acara penamatan tersebut diikuti oleh 220 siswa dari total 221 siswa yang lulus tahun ini. Satu siswa diketahui telah meninggal dunia.
Singal memuji semangat dan prestasi anak-anak didiknya namun tetap mengingatkan bahwa kelulusan SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan mereka.”Mereka masih akan melanjutkan ke jenjang SMA. Saya yakin mereka memiliki harapan besar untuk masa depan
. Kunci keberhasilan adalah tetap berdoa, baik yang Nasrani maupun Muslim, karena karakter mereka sudah dibentuk di sini,” pesan Singal.
Sementara itu, perwakilan panitia dari orang tua murid menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur dan tidak ada unsur paksaan dalam pembiayaannya. “Bagi orang tua yang kesulitan finansial, biaya akan ditanggung bersama oleh panitia. Ini murni sukarela dan penuh semangat kebersamaan,” ujar perwakilan tersebut.(Fora)







Comment