by

Pemerintah Desa Sapa Salurkan 200 Paket Sembako, Johan Egeten: Komitmen Nyata untuk Kesejahteraan Warga

Tenga, Minahasa Selatan — Pemerintah Desa Sapa, Kecamatan Tenga, kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penyaluran bantuan pangan yang bersumber dari anggaran tahun 2024. Bertempat di Kantor Hukum Tua Desa Sapa, sebanyak 200 paket sembako disalurkan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh keterbukaan dan akuntabilitas, yang ditandai dengan kehadiran unsur Forkopimcam serta perwakilan lembaga terkait. Turut hadir Camat Tenga, seluruh perangkat desa, anggota BPD, pendamping desa, serta perwakilan dari Danramil dan Polsek Tenga. Hadirnya para pihak ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme pengawasan sosial terhadap distribusi bantuan pemerintah.

Setiap paket sembako berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 20 butir telur ayam, yang disesuaikan dengan kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari. Paket ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terutama dalam menyambut momentum pengucapan syukur, yang merupakan tradisi penting bagi masyarakat Minahasa.

Hukum Tua Desa Sapa, Johan Egeten, S.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Setiap kepala jaga dan perangkat desa harus memastikan tidak ada warga yang terlewatkan. Prinsip keadilan sosial adalah fondasi utama program ini,” tegas Egeten.

Penyaluran bantuan ini tidak hanya berdimensi logistik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara pemerintah desa dan warganya. Hal ini tercermin dari testimoni langsung warga penerima bantuan, salah satunya Ibu Anita Wilar, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah desa.

“Bantuan ini sangat membantu, apalagi menjelang pengucapan syukur. Bagi kami, Pak Hukum Tua Johan Egeten adalah pemimpin yang selalu melihat dan merasakan langsung kebutuhan masyarakat, terutama di Desa Sapa,” ungkapnya.

Menariknya, program bantuan ini bukan satu-satunya bentuk kepedulian pemerintah desa. Sebelumnya, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Sapa juga telah menyalurkan dua ekor sapi kurban kepada warga Muslim di desa tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sapa menerapkan pendekatan inklusif dan multikultural dalam pelaksanaan program sosialnya.

Penyaluran bantuan ini mencerminkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif dan responsif. Dalam konteks pembangunan desa berbasis kebutuhan riil masyarakat (community-based development), program seperti ini menjadi indikator penting terhadap kualitas pelayanan publik dan efektivitas penggunaan dana desa.

Program distribusi pangan oleh Pemerintah Desa Sapa patut menjadi model best practice bagi desa-desa lain, khususnya dalam mengelola bantuan sosial berbasis transparansi, pemerataan, dan keberlanjutan sosial. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan diharapkan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kapasitas desa dalam menjaga stabilitas sosial dan ketahanan pangan di tingkat lokal.

igo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *