Minahasa Selatan — Kabupaten Minahasa Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan ekonomi terbaik di Indonesia. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Minahasa Selatan diumumkan masuk dalam daftar 10 Kabupaten/Kota dengan inflasi terendah secara nasional.

Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dalam rangkaian kegiatan strategis di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada Senin, 27 Oktober 2025. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Minahasa Selatan berada pada jalur yang tepat dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut dan menggarisbawahi bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi kerja pemerintah daerah bersama masyarakat.
“Ini hasil sinergi. Hasil kerja bersama. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat Minahasa Selatan telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, inflasi dapat dikendalikan dan kesejahteraan dapat ditingkatkan,” ujar Bupati.
Dalam lima bulan terakhir, tren inflasi Minahasa Selatan terpantau stabil dan terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara menunjukkan:
• Rilis September 2025: inflasi turun 0,24% untuk bulan Agustus dan menjadi yang terendah di Sulut.
• Rilis Oktober 2025: meski naik menjadi 1,04%, angka ini tetap menjadikan Minahasa Selatan sebagai daerah dengan inflasi terendah di provinsi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pengendalian inflasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Melalui pendekatan Pentahelix—menggabungkan peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—program pengendalian inflasi dijalankan secara holistik. Pemerintah juga menerapkan intervensi hulu–hilir untuk menjaga ketersediaan pangan, memastikan distribusi lancar, serta mengendalikan harga di pasar.
Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., turut menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya angka, tetapi upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen memastikan masyarakat tetap merasakan dampak positif dari kebijakan yang tepat. Stabilitas ekonomi adalah fondasi pembangunan,” ujarnya.
Apresiasi yang diberikan Mendagri Tito Karnavian menjadi pengakuan resmi bahwa Minahasa Selatan mampu menjaga konsistensi dalam menghadapi tekanan ekonomi nasional maupun global. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar capaian ini terus meningkat.
Dengan masuknya Minahasa Selatan sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah se-Indonesia, pemerintah kabupaten mempertegas arah pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan ekonomi, stabilitas harga, dan kesejahteraan warganya. Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa kebijakan yang tepat dan kolaboratif dapat membawa daerah lebih tangguh dan kompetitif di tingkat nasional.
Igo







Comment