Manado — Beredar pemberitaan yang menyebutkan Dr. Magdalena Wullur SE, MM, MAP dilengserkan dari jabatan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sulawesi Utara karena dianggap sebagai “pengkhianat” serta dinilai memiliki kinerja yang tidak baik.
Namun, informasi tersebut dibantah oleh sejumlah pihak internal KONI Sulut karena dinilai tidak berdasar dan tidak disertai fakta yang utuh.
Faktanya, Magdalena Wullur saat ini justru mendapat kepercayaan baru dengan diangkat sebagai Bendahara Umum KONI Sulawesi Utara, sebuah jabatan strategis yang menuntut integritas tinggi, kejujuran, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi.
Sumber internal KONI Sulut menyebutkan bahwa pergantian atau rotasi jabatan dalam tubuh organisasi olahraga merupakan hal yang wajar dan bagian dari kebutuhan manajerial, bukan bentuk sanksi ataupun penilaian negatif terhadap individu tertentu.
“Tidak benar jika disebut pelengseran karena pengkhianatan atau kinerja buruk. Narasi tersebut sengaja di buat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan di duga barusan sakit hati, Justru penunjukan sebagai bendahara umum adalah bukti kepercayaan pimpinan terhadap kapasitas, integritas, dan rekam jejak yang bersangkutan,” ujar sumber tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, jabatan Bendahara Umum tidak mungkin diberikan kepada figur yang tidak dipercaya, mengingat posisi tersebut memegang peran penting dalam transparansi dan pertanggungjawaban keuangan KONI Sulut, terutama dalam menghadapi agenda pembinaan dan persiapan atlet.
Selama menjabat Sekretaris Umum, Magdalena Wullur juga diketahui aktif menjalankan fungsi administrasi organisasi dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan KONI Sulut, meski dinamika internal organisasi kerap memunculkan perbedaan pandangan yang wajar terjadi dalam sebuah lembaga.
Dengan demikian, pemberitaan yang menyebutkan adanya pelengseran karena alasan negatif dinilai sebagai informasi yang tidak berimbang dan berpotensi menyesatkan publik.
KONI Sulut menegaskan bahwa setiap penempatan jabatan dilakukan melalui pertimbangan organisasi, profesionalisme, serta kepentingan pembinaan olahraga di daerah.
Maya













Comment