Jakarta – Peloporberita.id | Pembangunan RSUD Sam Ratulangi Tondano kini menjadi sorotan nasional. Dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah membuat publik geram, sementara PAMI Perjuangan (PAMI-P) mendesak KPK dan Kejagung segera turun tangan membongkar permainan kotor di balik proyek kesehatan tersebut.
Ketua Harian DPP PAMI-P, Maykel R. Tielung, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main. “Kami menantang KPK dan Kejagung agar segera memeriksa proyek RSUD Tondano ini. Data temuan sudah jelas, kerugian negara mencapai miliaran rupiah. Kami akan melapor resmi dan mengawal hingga tuntas,” tegas Tielung.
Temuan BPK membuktikan adanya indikasi kuat korupsi. Tahun 2023, proyek senilai Rp115 miliar yang digarap PT Cahaya Abadi Lestari tercatat pekerjaan fiktif lebih dari Rp1,6 miliar. Tahun berikutnya, 2024, proyek Rp21,2 miliar oleh PT Toun Temboan Jaya kembali bermasalah dengan kerugian Rp874 juta lebih akibat kekurangan volume pekerjaan.
Ironinya, meski proyek sudah selesai dan diserahterimakan, banyak pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, bahkan ada yang tidak pernah dikerjakan, namun tetap dibayar penuh. RSUD Sam Ratulangi Tondano hingga kini belum beroperasi, meninggalkan pertanyaan besar: siapa yang diuntungkan dari proyek mangkrak bernuansa korupsi ini?
“Ada praktik fiktif, ada permainan spek, tapi uang rakyat tetap cair. Itu namanya perampokan terang-terangan atas nama pembangunan. Jangan biarkan rakyat Minahasa jadi korban,” kata Tielung dengan nada geram.
PAMI-P menegaskan agar aparat hukum segera memeriksa Direktur RSUD Tondano dr Nancy Mongdong, Kadis Kesehatan Minahasa, PPK, serta pihak kontraktor yang diduga terlibat. “Semua harus diseret ke meja hijau. Jangan ada yang kebal hukum,” pungkasnya.











Comment