Sulut, citawaya.id — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, secara resmi melantik Steven Mamahit sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kabupaten Minahasa Tenggara untuk masa bakti 2026–2030.
Pelantikan yang dilaksanakan pada 5 Maret 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
Momentum pelantikan ini dinilai penting, mengingat koperasi masih menjadi salah satu instrumen ekonomi kerakyatan yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal.
Usai pelantikan, Steven Mamahit menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi koperasi di Minahasa Tenggara.
“Tentunya saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur Yulius Selvanus.
Amanat ini akan saya pegang dengan penuh tanggung jawab, dan saya akan bekerja semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas sebagai Ketua DEKOPINDA Minahasa Tenggara,” ujar Mamahit saat dikonfirmasi media.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan peran koperasi agar lebih profesional, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang harus dikelola secara modern dan akuntabel.
“Ke depan, kami akan mendorong penguatan kelembagaan koperasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk memajukan gerakan koperasi di Minahasa Tenggara,” tambahnya.
Steven juga berharap kepengurusan DEKOPINDA yang baru dapat menghadirkan semangat baru bagi perkembangan koperasi di daerah, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pelantikan ini, diharapkan DEKOPINDA Minahasa Tenggara dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat jaringan koperasi serta mendorong terciptanya ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.












Comment