Jakarta, Citawaya.id — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka atau yang dikenal dengan inisial MDT, mendesak aparat kepolisian segera bertindak tegas dalam menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di ratatotok, kabupaten minahasa tenggara, sulawesi utara.
MDT meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melalui direktorat reserse kriminal umum agar segera menangkap para terduga pelaku yang dilaporkan terlibat dalam insiden tersebut.
“sebagai Anggota Komisi III DPR RI, saya meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dugaan penganiayaan terhadap seorang ibu di ratatotok,” ujar tumbelaka.
ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya keterlibatan oknum aparat, maka tindakan tegas harus segera dilakukan melalui mekanisme internal kepolisian.
“kalau ada oknum yang terlibat, harus diproses. dalam hal ini propam harus turun memeriksa dan menindak,” tegasnya.
sementara itu, korban bernama esly panda mengaku berharap aparat penegak hukum dapat memberikan keadilan atas peristiwa yang dialaminya. ia khawatir laporan tersebut tidak diproses serius karena para terduga pelaku dikenal memiliki kekuatan finansial.
“kami hanya berharap ada keadilan. jangan sampai kasus ini dibiarkan karena para terduga pelaku dikenal sebagai bos tambang yang punya uang,” ungkap esly.
menurutnya, laporan dugaan penganiayaan tersebut telah dimasukkan sejak beberapa hari lalu, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah penahanan terhadap para terduga pelaku.
peristiwa itu diduga terjadi pada minggu, 22 maret 2025 sekitar pukul 00.30 wita di wilayah ratatotok. saat itu korban datang ke rumah milik inal supit untuk menjemput adiknya yang berada dalam kondisi mabuk.
namun setibanya di lokasi, korban diduga terlibat cekcok dengan anak inal berinisial V yang disebut juga berada dalam pengaruh minuman keras. situasi kemudian memanas ketika V diduga memecahkan botol dan mengejar korban hingga ke jalan.
tidak lama berselang, kakak perempuan inal bernama dafne datang ke lokasi dan diduga melakukan pemukulan terhadap korban. insiden tersebut kemudian berlanjut ketika inal supit tiba di tempat kejadian dan diduga ikut terlibat dalam penganiayaan.
kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan kekerasan yang menyeret nama pihak yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah ratatotok. masyarakat pun berharap aparat kepolisian dapat mengusut perkara tersebut secara transparan dan tuntas.
Jos











Comment