Manado citawaya.id Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program rutin bertajuk “Jumat Barokah”. Pada Jumat 02/08/25 para anggota Ditlantas menyapa dan membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di wilayah pinggiran Kota Manado.
Kegiatan ini tak sekadar berbagi makanan atau sembako, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Lokasi kegiatan dipilih secara strategis di sekitar mobil SIM keliling Polda Sulut, kawasan Bahu Mall, hingga Taman Kesatuan Bangsa (TKB). Titik-titik ini dinilai efektif untuk menjangkau anak-anak jalanan dan keluarga prasejahtera secara langsung.

Dua anggota yang aktif dalam pelaksanaan program ini, Bripka Budi Hamadi dan Brigadir Billy Jansen, kerap terlihat membaur dengan masyarakat. Mereka menyapa warga dengan ramah, menciptakan suasana kekeluargaan, serta memastikan pembagian bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Anak-anak sangat senang. Mereka bukan hanya mendapatkan makanan bergizi, tapi juga perhatian dan kasih sayang,” ujar salah satu warga yang hadir di lokasi pembagian bantuan.

Tak hanya membantu dari sisi kebutuhan dasar, “Jumat Barokah” juga diisi dengan edukasi keselamatan berlalu lintas. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif, anak-anak diajak mengenal pentingnya mematuhi rambu dan aturan lalu lintas. Harapannya, kesadaran ini tertanam sejak dini dan mampu menekan angka kecelakaan jalan raya di masa depan.

Program ini pun berdampak secara psikologis. Banyak anak-anak merasa lebih dihargai dan dilindungi karena adanya kehadiran polisi yang peduli. Ini turut memperkuat citra positif aparat kepolisian di mata masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan publik.
Polda Sulut sendiri menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini secara berkelanjutan. Bahkan, ke depan, “Jumat Barokah” akan dikembangkan lebih jauh dengan berbagai kegiatan tambahan seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan bimbingan belajar bagi anak-anak.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan Ditlantas.
Masyarakat menyambut positif inisiatif tersebut. Di tengah tekanan ekonomi, bantuan ini dirasakan sangat berarti. “Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung. Terima kasih untuk perhatian dari polisi,” ucap salah satu penerima manfaat dengan haru.
Dengan pendekatan yang humanis, edukatif, dan penuh empati, “Jumat Barokah” membuktikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat dapat membawa perubahan positif yang nyata. Sinergi antara aparat dan warga pun terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan sejahtera(FORA)









Comment