by

Bentrokan Berdarah di Pasar Winenet, Polres Bitung Bergerak Cepat Amankan 14 Pelaku

Bitung citawaya.id Polres Bitung bergerak cepat menanggapi bentrokan berdarah antar kelompok pemuda di tempat biliar “Royal Shoot Billiard”, Pasar Winenet, Kelurahan Winenet Dua, Minggu (13/7/2025).

Insiden yang melibatkan senjata tajam ini menewaskan lima orang luka dan memicu keprihatinan publik atas eskalasi kekerasan di kota perdagangan Sulawesi Utara ini.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. langsung membentuk Tim Gabungan usai mendapat laporan kejadian. “Tim gabungan bekerja di lapangan mengejar pelaku. Pada pukul 23.00 Wita, sembilan terduga pelaku berhasil diamankan di Kelurahan Tandurusa,” tegasnya melalui Kabag Ops Kompol Karel Tangay, S.H. . Langkah ini diperkuat dengan pengamanan TKP oleh Wakapolres Kompol JH. Daniel Korompia, S.E., guna memulihkan situasi kondusif di kompleks pasar.

Kasi Humas Polres Bitung Iptu Abdul Natip Anggai mengonfirmasi kronologi insiden. Bentrokan bermula dari pengeroyokan terhadap dua pemuda berinisial JM dan RS oleh kelompok lawan di sebuah pesta pernikahan di Pasong Lima, Aertembaga, sekitar pukul 01.00 Wita. “Korban melapor ke kelompok Tandurusa, yang kemudian mendatangi lokasi biliar untuk konfrontasi,” paparnya. Eskalasi berujung pada penggunaan pisau badik dan panah wayer oleh kedua kelompok .

Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.H., M.H. mengungkapkan perkembangan terbaru hingga Jumat (18/7/2025). “Sebagian besar pelaku telah diamankan, tetapi empat orang masih buron. Pengejaran intensif terus dilakukan,” jelasnya. Tim gabungan telah mengamankan 14 pelaku dari kedua kelompok: sembilan dari Tandurusa dan lima dari Winenet, beserta barang bukti tujuh pisau badik .

Identitas pelaku yang diamankan antara lain RM (33), SM (18), dan GM (16) dari kelompok Tandurusa, serta OA (20), BN (28), dan MAN (17) dari Winenet. Polisi mencatat, lima korban luka terdiri atas tiga tusukan pisau dan dua tembak panah wayer. “Semua korban adalah pelaku tawuran,” tegas Natip .

Kapolres Albert Zai menekankan komitmen penindakan tegas. “Proses hukum akan berlanjut hingga pengadilan. Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan bersenjata,” tegasnya. Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik balas dendam yang memicu eskalasi, termasuk klaim “mengatur damai” yang berubah menjadi kekacauan .

Sinergi jajaran polisi menjadi kunci kesuksesan operasi. Tim Tarsius Patroli dan Opsnal Intelkam berperan dalam pengamanan lima pelaku tambahan pada Senin (14/7) dini hari. “Kolaborasi antarunit memastikan pelaku tidak lolos,” tambah Kabag Ops .

AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, Kasat Reskrim berpengalaman dari Polres Minahasa Selatan dan Kotamobagu, menyoroti kompleksitas keamanan di Bitung. “Sebagai pintu perdagangan, potensi kriminal tinggi. Kami berfokus pada pencegahan berulangnya kekerasan semacam ini,” ujarnya .

Pernyataan Humas Polres Natip Anggai mengingatkan publik bahwa pelaku di bawah umur seperti GM (16) dan MAN (17) tidak lepas dari jerat hukum. “Regulasi perlindungan anak bukan tameng untuk kriminalitas,” tegasnya. Polisi mendorong Perda larangan membawa senjata tajam sebagai solusi jangka panjang .

Hingga kini, Tim Gabungan Polres Bitung masih memburu empat pelaku buronan. Kapolres Albert Zai menjamin operasi akan berlanjut hingga semua pihak bertanggung jawab. “Kami akan terus mengungkap setiap detail untuk keadilan korban dan masyarakat,” tandasnya .(FORA)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *